The Social Project 2017

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM kembali melaksanakan kegiatan sosial tahunannya, The Social Project 2017. The Social Project tahun ini bertempat di dukuh Ngrandu, desa Kali Agung, Kulon Progo dan berlangsung selama dua hari, 14-15 Oktober 2017. Acara The Social Project (TSP) 2017 memiliki tema “Everyone Can Help Someone” dengan proyek utamanya yaitu membangun rumah salah satu warga di sana. Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang panitia serta 39 volunteer.

Kegiatan diawali dengan pembukaan berupa sambutan dari ketua TSP 2017, Ratri Amalina dan dukuh Ngrandu, Pak Marlan. Selain itu, pada pembukaan juga diserahkan secara simbolis hasil pengumpulan donasi sebesar Rp 12.531.000 untuk pembangunan rumah Mbah Wardjiem.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti pembangunan rumah Mbah Wardjiem yang diikuti oleh panitia, volunteer, dan warga sekitar. Rintik hujan yang turun tidak menurunkan semangat para volunteer dalam membangun rumah. Mulai dari mencangkul, memecah batu, hingga mengangkat dan menyusun batu-batu tersebut di sekeliling rumah dilakukan oleh para volunteer tanpa kenal lelah. Pada saat bersamaan, ada pula acara pelayanan kesehatan di balai dukuh Ngrandu yang terlaksana atas kerjasama HMTI dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan (HIMIKA) UGM. Pemeriksaan tersebut meliputi tekanan darah, gula darah, berat badan, dan tinggi badan. Selain itu, warga juga dipersilakan untuk berkonsultasi tentang masalah kesehatan yang dialami.

Pada hari kedua, rangkaian acara dimulai dengan acara peletakan batu pertama rumah Mbah Wardjiem yang dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo. Turut hadir pula Dawi Karomati Baroroh S.T., M.Sc sebagai perwakilan dari Teknik Industri UGM.

“Acara seperti ini bagus. Karena mahasiswa tidak hanya butuh hard skill melainkan juga soft skill yang bisa didapatkan dari kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujar dr. Hasto saat menyampaikan sambutan.

Acara terakhir dari The Social Project 2017 adalah bazar murah dan pembagian sembako. Warga terlihat antusias memborong barang-barang di bazar murah. Barang-barang yang dijual merupakan donasi dari para mahasiswa dan uang hasil penjualan diberikan ke dukuh Ngrandu. Rangkaian acara pada The Social Project 2017 diakhiri dengan penutupan di balai dukuh Ngrandu dan foto bersama seluruh panitia dan volunteer.

“Semoga kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat dapat sedikit meringankan beban mereka dan memberi dampak positif,” ungkap Ratri seusai acara. [Dwi Setyo]